KELUARGA SAKINAH MAWADDAH WAROHMAH ALA PAK LEMAN
Bulan April ini di Kementerian Agama Kota Serang tim penilai calon keluarga sakinah sedang berkeliling ke tiap tiap kecamatan di Kota Serang. Salah satu kecamatan yang dikunjungi adalah Cipocok Jaya. Tim penilai terdiri dari lima orang yang dipimpin oleh Ibu Kasubag TU Kemenag Kota Serang.
Keluarga yang dikunjungi adalah Bapak Leman alian Sulaeman yang bertempat di Komplek Citra Gading Kelurahan Cipocok Jaya Kota Serang. Sebagaimana biasa tim membawa beberapa instrumen penilaian berupa angket dan blanko-blanko wawancara serta kelengkapan lain untuk dokumentasi.
Penilaian di rumah Bapak Leman sangat sederhana sekali, selain waktunya yang sangat mendadak, sepertinya sengaja penilaian ini dibuat apa adanya. Hanya selang beberapa jam, tim penilai langsung menghubungi Kantor KUA Cipocok Jaya dengan memberitahu bahwa jam 13,00, tim akan meluncur ke lokasi dan meminta ditemani.
Pada jam 13.30 WIB, rombongan datang dengan disambut oleh bapak Leman dan istrinya. Penerimaan sangat baik sekali, ramah dan sopan.Walaupun bapak Leman hanya mampu menyediakan sepiring rambutan dan beberapa gelas aqua, sepertinya bapak Leman senang dikunjungi oleh tim. Dengan wajah berseri-seri, beliau mempersilahkan untuk duduk di ruang teras depan yang diisi oleh satu set kursi tamu jadul.
Setelah mengadakan perkenalan, tim penilai langsung menyampaikan maksud dan tujuan kedatangannya ke rumah beliau. Karena pak Leman sudah mendapatkan kabar akan dijadikan calon keluarga sakinah tingkat Kota Serang mewakili Kecamatan Cipocok Jaya, sepertinya beliau tidak ragu lagi menjawab beberapa pertanyaan tim berkaitan dengan kondisi keluarga dan keberhasilan-keberhasilan beliau dalam meniti keluarganya yang hampir mencapai 40 tahun dibina.
Ada yang menarik dari sisi lain kehidupan keluarga pak Leman. Dalam usianya yang sudah mencapai 75 tahun, beliau memiliki anak asuh yang banyak, mengelola majlis taklim, mengelola gerakan magrib mengaji, mengajar di madrasah, aktif di berbagai organisasi tingkat kota Serang, dan kegiatan lain di lingkungannya.
Bahkan dalam mendidik anak-anaknya yang berjumlah delapan orang, hampir semuanya lulusan perguruan tinggi dan bahkan pada kuliah S2. Ketika ditanya latar belakang pendidikan pak Leman, memang hal yang wajar karena pak Leman juga adalah lulusan S1. Tetapi ketika ditanya ijazah, pak Leman nampak kebingungan karena semua ijazah dan dokumen lainnya hilang saat hidup ngontrak dan pindah pindah tempat bah seorang pengembara. Weleh-weleh...kepriben iki pak Leman..pak Leman. Ijazah kok hilang.Ya wis ora due ijazah ora opo-opo pak Lemah mah. Yang penting ijazah anak-anak diamankan ya pak Leman.
Kehidupan pa Leman sangat sederhana. Rumah yang dimilikinya pun tidak besar dan mewah. Hanya tipe 21 dengan luas tanah 60 M2, pak leman telah berhasil membesarkan anak-anaknya. semoga.
opo iki anake pak leman tah....???

Tidak ada komentar :
Posting Komentar